Apakah Aman Pijat setelah Maraton?
Apakah aman pijat setelah maraton? Garis finis maraton sering datang dengan campuran rasa lega, bangga, dan tubuh yang terasa “hancur”. Kaki berat, otot kaku, dan kelelahan menyeluruh membuat banyak pelari langsung mencari cara tercepat untuk pulih. Salah satu yang paling sering dipertimbangkan adalah pijat.
Kalau dipikir-pikir, pijat setelah capek maraton terasa seperti solusi logis. Otot tegang dilemaskan, rasa pegal berkurang, dan tubuh terasa lebih ringan. Namun, ada kondisi biologis yang sedang berlangsung di dalam tubuh, dan tidak semuanya cocok langsung diintervensi dengan pijatan, terutama setelah aktivitas ekstrem seperti maraton.
1. Hal-hal yang terjadi pada tubuh setelah maraton
Setelah menyelesaikan maraton, tubuh berada dalam kondisi stres fisiologis yang signifikan. Otot mengalami mikrotrauma, yaitu kerusakan kecil pada serat otot akibat kontraksi berulang dalam durasi panjang. Ini adalah proses normal yang nantinya memicu adaptasi dan penguatan otot.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas endurance intens seperti maraton meningkatkan penanda inflamasi dan kerusakan otot, termasuk creatine kinase (CK) dan interleukin-6 (IL-6). Artinya, tubuh sedang berada dalam fase inflamasi akut.

